Asuhan Keperawatan Jiwa Defisit Perawatan Diri (DPD)

Pengertian

Defisit perawatan diri adalah pasien tidak mampu melakukan atau menyelesaikan aktivitas perawatan diri seperti (personal hygiene, berhias, makan, toileting).

Proses terjadinya masalah

Bagaimanakah seorang individu bisa mengalami masalah dalam perawatan diri? Berikut ini adalah faktor-faktor yang menyebabakan individu mengalami defisit perawatan diri, yaitu:


a. Faktor prediposisi
1) Biologis, seringkali defisit perawaan diri disebabkan karena adanya penyakit fisik dan mental yang menyebabkan pasien tidak mampu melakukan perawatan diri dan adanya faktor herediter yaitu ada anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa.
2) Psikologis, faktor perkembangan memegang peranan yang tidak kalah penting hal ini dikarenakan keluarga terlalu melindungi dan memanjakan individu sehingga perkembangan inisiatif terganggu. Pasien gangguan jiwa mengalami defisit perawatan diri dikarenakan kemampuan realitas yang kurang sehingga menyebabkan pasien tidak peduli terhadap diri dan lingkungannya termasuk perawatan diri.
3) Sosial, kurangnya dukungan sosial dan situasi lingkungan mengakibatkan penurunan kemampuan dalam perawatan diri.


b. Faktor presipitasi
Faktor presiptasi yang dapat menimbulkan defisit perawatan diri adalah penurunan motivasi, kerusakan kognitif atau persepsi, cemas, lelah, lemah yang dialami individu sehingga menyebabkan individu kurang mampu melakukan perawatan diri.

Asuhan Keperawatan pada Pasien Defisit Perawatan Diri
a. Pengkajian defisit perawatan diri

Pengkajian dilakukan dengan cara wawancara dan observasi kepada pasien dan keluarga. Tanda dan gejala defisit perawatan diri yang dapat ditemukan dengan wawancara, melalui pertanyaan sebagai berikut:

  1. Coba ceritakan kebiasaan/ cara pasien dalam membersihkan diri?
  2. Apa yang menyebabkan pasien malas mandi, mencuci rambut, menggosok gigi dan, menggunting kuku?
  3. Bagaimana pendapat pasien tentang penampilan dirinya? Apakah pasien puas dengan penampilan sehari-hari?
  4. Berapa kali sehari pasien menyisir rambut , berdandan, bercukur (untuk laki-laki) secara teratur?
  5. Menurut pasien apakah pakaian yang digunakan sesuai dengan kegiatan yang akan dilakukan
  6. Coba ceritakan bagaimana kebiasaan pasien mandi sehari-hari dan peralatan mandi apa saja yang digunakan pasien?
  7. Coba ceritakan bagaimana kebiasaan makan dan minum pasien ?
  8. Menurut pasien apakah alat makan yang digunakan sesuai dengan fungsinya?
  9. Coba ceritakan apa yang pasien lakukan ketika selesai BAB atau BAK?
  10. Apakah pasien membersihkan diri dan tempat BAB dan BAK setelah BAB dan BAK?
  11. Tanyakan mengenai pengetahuan pasien mengenai cara perawatan diri yang benar

b. Tanda dan gejala
Subyektif : menolak melakukan perawatan diri
Objektif:

  1. Tidak mampu mandi menggunakan pakaian makan ke toilet berhias secara mandiri
  2. Minat melakukan perawatan diri kurang
    Melalui observasi :
  3. Gangguan kebersihan diri, ditandai dengan rambut kotor, gigi kotor, kulit berdaki dan bau, kuku panjang dan kotor.
  4. Ketidakmampuan berhias/berdandan, ditandai dengan rambut acak-acakan, pakaian kotor dan tidak rapi, pakaian tidak sesuai, pada pasien laki-laki tidak bercukur, pada pasien wanita tidak berdandan.
  5. Ketidakmampuan makan dan minum secara mandiri, ditandai dengan ketidakmampuan mengambil makan dan minum sendiri, makan berceceran, dan makan tidak pada tempatnya.
  6. Ketidakmampuan BAB dan BAK secara mandiri, ditandai dengan BAB dan BAK tidak pada tempatnya, tidak membersihkan diri dengan baik setelah BAB dan BAK

c. Diagnosis Keperawatan Defisit Perawatan Diri
Diagnosis keperawatan dirumuskan berdasarkan tanda dan gejala defisit perawatan diri yang ditemukan. Jika hasil pengkajian menunjukkan tanda dan gejala defisit perawatan diri, maka diagnosis keperawatan yang ditegakkan adalah defisit perawatan diri : Kebersihan diri, berdandan, makan dan minum, BAB dan BAK


d. Tindakan Keperawatan Defisit Perawatan Diri

  1. Tindakan Keperawatan untuk Pasien Defisit Perawatan Diri
    Tujuan: Pasien mampu:
    1) Membina hubungan saling percaya
    2) Melakukan kebersihan diri secara mandiri
    3) Melakukan berhias/berdAndan secara baik
    4) Melakukan makan dengan baik
    5) Melakukan BAB/BAK secara mandiri
  2. Tindakan Keperawatan untuk Pasien Defisit Perawatan Diri
    1) Membina hubungan saling percaya dengan cara:
    a) Mengucapkan salam setiap kali berinteraksi dengan pasien
    b) Berkenalan dengan pasien: perkenalkan nama dan nama panggilan yang perawat sukai, serta tanyakan nama dan nama panggilan pasien
    c) Menanyakan perasaan dan keluhan pasien saat ini
    d) Buat kontrak asuhan: apa yang akan dilakukan bersama pasien, berapa lama akan dikerjakan dan tempatnya di mana.
    e) Jelaskan bahwa perawat akan merahasiakan informasi yang diperoleh untuk kepentingan terapi
    f) Setiap saat tunjukkan sikap empati terhadap pasien
    g) Penuhi kebutuhan dasar pasien bila memungkinkan

    2) Melatih pasien cara-cara perawatan kebersihan diri
    Untuk melatih pasien dalam menjaga kebersihan diri, perawat dapat melakukan tahapan tindakan yang meliputi:
    a) Menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan diri.
    b) Menjelaskan alat-alat untuk menjaga kebersihan diri
    c) Menjelaskan cara-cara melakukan kebersihan diri.
    d) Melatih pasien mempraktekkan cara menjaga kebersihan diri.

    3) Melatih pasien berdandan/berhias
    Untuk pasien laki-laki latihan meliputi : berpakaian, menyisir rambut dan bercukur
    Untuk pasien wanita, latihannya meliputi : berpakaian, menyisir rambut dan berhias

    4) Melatih pasien makan dan minum secara mandiri
    Untuk melatih makan dan minum pasien, perawat dapat melakukan tahapan sebagai berikut:
    a) Menjelaskan kebutuhan (kebutuhan makan perhari dewasa 2000-2200 kalori (untuk perempuan) dan untuk laki-laki antara 2400-2800 kalori setiap hari makan minum 8 gelas (2500 ml setiap hari) dan cara makan dan minum
    b) Menjelaskan cara makan dan minum yang tertib.
    c) Menjelaskan cara merapihkan peralatan makan dan minum setelah makan dan minum
    d) Mempraktekkan cara makan sesuai dengan tahapan makan yang baik

    5) Mengajarkan pasien melakukan BAB dan BAK secara mandiri
    Perawat dapat melatih pasien untuk BAB dan BAK mandiri sesuai tahapan berikut:
    a) Menjelaskan tempat BAB dan BAK yang sesuai
    b) Menjelaskan cara membersihkan diri setelah BAB dan BAK
    c) Menjelaskan cara membersihkan tempat BAB dan BAK
    d) Mempraktikkan BAB dan BAK dengan baik
  1. Evaluasi Kemampuan Pasien
    Keberhasilan pemberian asuhan keperawatan ditAndai dengan peningkatan kemampuan pasien dalam perawatan diri, seperti
    1) Pasien mampu melakukan mandi, mencuci rambut, menggosok gigi dan menggunting kuku dengan benar dan bersih
    2) Mengganti pakaian dengan pakaian bersih
    3) Membereskan pakaian kotor
    4) Berdandan dengan benar
    5) Mempersiapkan makanan
    6) Mengambil makanan dan minuman dengan rapi
    7) Menggunakan alat makan dan minum dengan benar
    8) BAB dan BAK pada tempatnya
    9) BAB dan BAK air kecil dengan bersih.

REFERENSI
Nurhalimah (2018) Modul Ajar Konsep Keperawatan Jiwa. Jakarta. AIPVIKI
PPNI (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (1st ed.). Jakarta: DPP PPNI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *