Contoh Review Artikel Pada Jurnal Terindex Scopus (Q1) Topik Pembelajaran Fisika

  1. Ringkasan Artikel
  2. Identitas Artikel
  3. Judul artikel    : The effect of concept cartoon-embedded worksheets on grade 9 students’ conceptual understanding of Newton’s Laws of Motion (Efek Konsep Kartun  yang tertanam dalam Lembar Kerja  Terhadap Pemahaman Konsep Siswa Kelas 9 pada Hukum Newton tentang Gerak 
  • Penulis            : Sengul Atayos, Serap Ergin Faculty of Education, Departement Of Science and Mathematics Education, Recep Tayyip Erdogan Univbersity, Rize, Turkey
  • Email              : sengulatayos@hotmail.com
  • Sumber            : Research and Science & Technological Education
  • H-Index/Q       : 11/Q1
  • ISSN                :  0263-5143
  • Publisher         :  Taylor and Francis
  • Volume/Nomor: 1470/1138
  • Tahun/Halaman: 2016/ 1-16
  • Doi                  : 10.1080/02635143.2016.1248926

Pendahuluan

Studi Fisika menunjukkan siswa memiliki banyak miskonsepsi dalam topik seperti kalor, suhu (Lewis dan Linn 1994), listrik (Borgers dan Gilbert 1999; Osborne 1983; Pardhan and Bano 2001), gaya, kecepatan dan gerak (Eryilmaz 2002; Marioni 1989; Martín-Blas, Seidel, dan Serrano-Fernández 2010; Preece 1997; Whitaker 1983) dan energi (Goldring dan Osborne 1994; Trumper 1998). Proporsi yang signifikan dari penelitian ini telah dikaitkan dengan konsep ‘mekanika’, misalnya gaya dan gerak (McDermott dan redish 1999. Meskipun berbagai literatur dengan studi yang bertujuan untuk mengungkap konsepsi siswa konsep ‘gaya dan gerak’ (yaitu Briscoe dan Prayaga 2004; Clement 1982; Gilbert, Watts, dan Osborne 1982; Helm 1980; Ivowi 1984; Jimoyiannis dan Komis 2003; Trumper dan Gorsky 1996, 1997; Watts and Zylbersztajn 1981), beberapa studi tentang perubahan konseptual melalui kegiatan berbasis tulisan konsep masih dilakukan: (Chen, Hand , dan Mcdowell 2013), intervensi pengajaran meta-konseptual (yuruk, Beeth, and Andersen 2009), instruksional kegiatan berorientasi konseptual pengertian (Atasoy 2008;Dekkers dan Thijs 1998; Eryilmaz 2002; Suppapittayaporn, Emarat, dan Arayathanitkul 2010). Dari studi-studi ini, Eryilmaz (2002), Suppapittayaporn, Emarat, dan Arayathanitkul (2010) dan yuruk, Beeth, dan Andersen (2009) melaporkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa dibandingkan dengan yang ada / metode tradisional.

Dekkers dan Thijs (1998), mengungkapkan bahwa diskusi konseptual dipandu / dimoderatori oleh guru diberikan siswa mengatasi kesalahpahaman mereka atau kesalahan konsep. Atasoy (2008), yang menerapkan kegiatan konstruktivisme ditujukan sebuah peningkatan yang cukup besar dalam pemahaman guru sains prospektif tentang Hukum Newton Tentang Gerak. Meskipun banyak Artikel tentang pemahaman siswa tentang Newton dan konsep gerak (Boeha 1990; Clement 1982; Halloun dan Hestenes 1985a; Trumper dan Gorsky 1996, 1997), beberapa penelitian telah berkonsentrasi pada pemahaman siswa tentang hukum ketiga Newton (Brown 1989; Maloney 1984; Montanero dkk. 2002). Juga, hampir tidak ada studi yang disebutkan sebelumnya telah berfokus pada efek dari konsep kartun-tertanam lembar kerja pada siswa kelas 9 pemahaman tentang konsep ‘ gaya dan gerak ‘. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dari konsep kartun-tertanam lembar kerja terhadap pemahaman konsep siswa kelas 9 pada materi Hukum Newton tentang Gerak.

Kajian Teori

Konsep Kartun mengadaptasi pemikirian ilmiah dalam kehidupan sehari-hari dan membantu siswa menghubungkan kehidupan sehari-hari dengan dengan hal ilmiah (Naylor dan Keogh 1999).

Konsep kartun berpengaruh terhadap keterampilan berfikir tingkat tinggi (Chin dan Teou 2009; Naylor, Keogh, dan Downing 2007; Naylor dan Keogh 2000; Webb, Williams, dan Meiring 2008)
Konsep kartun dapat membantu perbaikan miskonsepsi (Atayos 2008; Dolasir 2007; Kabapinar 2005; Stephenscon dan Warwick 2002). Tutorial memberikan pengalaman dalam pembelajaran melalui inkuiri terbimbing dan penekanan pada pembangunan konsep (McDermott ,2001) 
Lembar kerja membantu siswa dapat menyampaikan pemikiran mereka, membuat dan membenarkan pernyataan mereka tanpa arahan yang eksprlisit dari guru (Chin dan Theau 2009)
Lembar Kerja membantu siswa mengembangkan kemampuan berkomunikasi dalam kelompok (Naylor dan Keogh, Downing 2007) 

Metode

Metode penelitian yang digunakan yaitu kuasi eksperimen dengan desain kelas eksperimen dan kelas kontrol. diperoleh dari Tes Pemahaman Vektor antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Perbandingan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol ditunjukkan sejauh mana pencapaian pemahaman konsep. Sampel terdiri dari siswa kelas 9 di Sekolah Anatolia di kota Ankara, Turki. Kelas eksperimen terdiri dari 50 siswa dan kelas kontrol 52 siiwa yang dipilih secara acak. Guru yang sama mengajar dikelas eksperimen dan kelas kontrol, hanya pada kelas eksperimen diberikan 6 lembar kerja yang tertanam konsep kartun didalamnya.

Instrumen penelitian yang digunakan yaitu Newton’s Law Motion Test (NLMT) berupa tes pilihan jamak dengan format two-tier. Artinya siswa diminta untuk memilih satu jawaban yang tepat , kemudian diminta untuk memberikan alasannya. Terdapat 10 pertanyaan dalam NLMT. Kemudian dilakukan tes Interview about Instances (IAI) untuk melengkapi NLMT dan mengungkap miskonsepsi siswa secara mendalam. Masing-masing siswa diberikan 4 pertanyaan. Data dianalisis secara kualitati dan kuantitatif , deskriptif, dan analisis statistik. Dilakukan uji Mann- Whitney – U untuk melihat perbadaan kedua kelas.

Hasil dan Pembahasan

Pada Tabel 3, tidak ada perbedaan yang berarti antara skor rata-rata pre-test dari kelompok eksperimen dan kontrol (U = 1064, p> .05). Pada Tabel 4, ada perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol yang mendukung eksperimental kelompok (U =358,p <.05). Seperti yang terlihat pada Gambar 1, kelompok eksperimen  memiliki peningkatan yang cukup besar di Level A. Peningkatan 27% di Level C munculdalam kelompok eksperimen tetapi 60% dari mereka masih memegang kesalahpahaman tertentu bahkan setelah petunjuk. Lebih lanjut, tidak ada perubahan yang berarti dalam memahami tingkat kontrol kelompok.

Hasil menunjukkan bahwa siswa dalam kelompok eksperimen mengungguli mereka kelompok kontrol. Artinya, konsep kartun yang tertanam dalam lembar kerja tidak hanya mermperbaiki miskonsepsi tetapi juga meningkatkan pemahaman konseptual mereka Hukum Newton tentang Gerak . Ini disebabkan karena struktur konsep kartun yang memunculkan ide-ide siswa, menantang pemikiran mereka dan membantu mereka dalam mengembangkan konsep mereka pemahaman (Naylor dan Keogh 2013).

Hasil observasi tes interview (wawancara) yang dilakukan, baik kelompok eksperimen dan kontrol keduanya memilki tingkat miskonsepsi yang sama pada pre-interview. Setelah dilakukan pembelajaran dan diberikan tes kemudian pra-interview, hanya satu  dan dua yang diwawancarai dan tingkat miskonsepsinya masih rendah. Sedangkan pada kelas kontrol masih mengalami miskonsepsi yang sama seperti hasil pra-interview.

Kesimpulan dan Saran

Konsep kartun yang tertanam dalam lembar kerja tidak hanya mermperbaiki miskonsepsi tetapi juga meningkatkan pemahaman konseptual mereka Hukum Newton tentang. Studi lebih lanjut harus dilakukan pada lembar kerja berorientasi konsep kartun dan kombinasinya (misalnya analogi, konseptual mengubah teks, simulasi) dalam berbagai disiplin ilmu dan topik. Selanjutnya, penelitian lintas budaya untuk secara langsung membandingkan prevalensi miskonsepsi ilmiah umum di kalangan siswa dari latar belakang budaya yang berbeda pengamatan (Abrahams dkk. 2015).

Pembahasan

Pendahuluan

Identifikasi masalah pada artikel yang berjudul efek konsep kartun yang tertanam dalam lembar kerja terhadap pemahaman konsep siswa kelas 9 pada materi Hukum Newton tentang gerak adalah pada studi fisika siswa sering mengalami miskonsepsi seperti pada materi kalor, suhu, listrik, gaya, gerak, eneri dan laiinya .

Peneliti mengutip berbagai literatur tentang studi yang bertujuan untuk mengungkap konsepsi siswa konsep ‘gaya dan gerak’ (yaitu Briscoe dan Prayaga 2004; Clement 1982; Gilbert, Watts, dan Osborne 1982; Helm 1980; Ivowi 1984; Jimoyiannis dan Komis 2003; Trumper dan Gorsky 1996, 1997; Watts and Zylbersztajn 1981),  Peneliti menyatakan beberapa studi tentang perubahan konseptual melalui ini konsep masih dilakukan: kegiatan berbasis tulisan (Chen, Hand , dan Mcdowell 2013), intervensi pengajaran meta-konseptual (yuruk, Beeth, and Andersen 2009), instruksional kegiatan berorientasi konseptual pengertian (Atasoy 2008;Dekkers dan Thijs 1998; Eryilmaz 2002; Suppapittayaporn, Emarat, dan Arayathanitkul 2010).. Menurut kajian peneliti, hampir tidak ada studi yang disebutkan sebelumnya telah berfokus pada efek dari konsep kartun-tertanam lembar kerja pada siswa kelas 9 pemahaman tentang konsep ‘ gaya dan gerak ‘. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengetahui efek konsep kartun yang tertanam dalam lembar kerja terhadap pemahaman konsep siswa kelas 9 pada materi Hukum Newton tentang Gerak.

Maka menurut reviewer, latar belakang pada penelitian ini  telah disusun secara rinci dan jelas. Peneliti menyajikan banayak penelitian terdahulu yang berkaitan dengan pentingnya dilakukan penelitian ini. Selanjutya, peneliti disini memaparkan bahwa keterabaharuan dari penelitiaan yaitu megenai konsep kartun yang dimasukkan dalam lembar kerja yang belum pernah dikaji sebelumnya.

Kajian Teori

Pemilihan kajian teori yang digunakan pada artikel ini bervariasi. Beberapa kajian teori diperoleh dari tahun 1989-2015. Meskipun ada beberapa kajian teori yang dikutip dari tahun 1989 tapi diikuti oleh kajian hasil studi yang terbaru juga sehingga melengkapi kajian teori yang sudah lama. Menurut reviewer,  literatur yang digunakan peneliti dalam kajian teori disusun dengan runtut serta berkesinambungan dalam setiap paragrafnya.  Kajian teori terdiri dari konsep kartun dan lembar kerja, Pemilihan kajian teori yang berasal dari kutipan berbagai literatur membuat penelitian ini unggul akan kajian teori didalamnya.

Metode

Metode penelitian yang digunakan yaitu kuasi eksperimen dengan desain kelas eksperimen dan kelas kontrol. diperoleh dari Tes Pemahaman Vektor antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Perbandingan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol ditunjukkan sejauh mana pencapaian pemahaman konsep. Sampel terdiri dari siswa kelas 9 di Sekolah Anatolia di kota Ankara, Turki. Kelas eksperimen terdiir dari 50 siswa dan kelas kontrol 52 siiwa yang dipilih secara acak. Guru yang sama mengajar dikelas eksperimen dan kelas kontrol, hanya pada kelas eksperimen diberikan 6 lembar kerja yang tertanam konsep kartun didalamnya. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu Newton’s Law Motion Test (NLMT) berupa tes pilihan jamak dengan format two-tier. Kemudian dilakukan tes Interview about Instances (IAI). Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif , deskriptif, dan analisis statistik. Dilakukan uji Mann- Whitney – U untuk melihat perbadaan kedua kelas
      Menurut reviewer peneliti sudah menjelaskan secara metode, instrument penelitian . Metode eksperimen sangat tepat untuk melihat efek dari sautau perlakukan. Instrumen yang digunakan peneliti juga tepat, karena menurut reviewer dengan two-tier maka peneliti dapat melihat pemahaman konsep siswa saat siswa diminta memberikan alasan pada jawaban yang ia pilih.  Selanjutnya instrument yang kedua yaitu Interview about Instances (IAI). Ini juga penting untuk melihat tingkat kedalaman miskonsepsi siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Untuk analisis data yang digunakan juga sudah tepat, yaitu analisis secara kualitatif, dan kuantitatif, deskripsi dan analisis statistik  serta uji Mann- Whitney – U untuk melihat perbadaan kedua kelas. Reviewer hanya menyarankan untuk ditambahkan diagram alir penelitian yang dapat membuat artikel menjadi lebih ringkas dan memudahkan pembaca memahami isi artikel .

Hasil dan Pembahasan

Pada Tabel 4, menyajikan hasil instrument penelitian NLMT, ada perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol yang mendukung eksperimental kelompok (U =358,p <.05). Seperti yang terlihat pada Gambar 1, kelompok eksperimen  memiliki peningkatan yang cukup besar di Level A. Peningkatan 27% di Level C munculdalam kelompok eksperimen tetapi 60% dari mereka masih memegang kesalahpahaman tertentu bahkan setelah petunjuk. Lebih lanjut, tidak ada perubahan yang berarti dalam memahami tingkat kontrol kelompok.
Menurut reviewer, peneliti sudah menyajikan hasil penelitian dengan baik . Pertama peneliti menyajikan hasil skor pre dan post test dalam bentuk tabel kemudian menjelaskan hasil keduanya. Selanjutnya, peneliti menyajikan grafik pemahaman konsep antara kelas eksperimen dan juga kelas kontrol. Pada artikel, peneliti merujuk penelitian-penelitian terdahulu yang relevan dengan hasil penelitiannya sehingga hasil penelitian ini bukan hanya berisi data tetapi juga pembahasan dan kaitannya dengan teori-teori yang ada pada bagian kajian teori sebelumnya
Sesuai tujuan penelitian, peneliti juga menyajikan data hasil observasi test Interview About Intances (IAI) guna melengkapi hasil tes NLMT. Hasil observasi tes  interview (wawancara) yang dilakukan, baik kelompok eksperimen dan kontrol keduanya memilki tingkat miskonsepsi yang sama pada pre-interview. Setelah dilakukan pembelajaran dan diberikan tes kemudian pra-interview, hanya satu  dan dua yang diwawancarai dan tingkat miskonsepsinya masih rendah. Sedangkan pada kelas kontrol masih mengalami miskonsepsi yang sama seperti hasil pra-interview.
     Menurut reviewer, peneliti juga telah menyajikan data hasil observasi dengan rinci. Sehingga dapat memudahkan pembaca memahami hasilnya. Pada artikel penliti juga memasukkan item-item pertanyaan  wawancara yang melengkapi isi artikel.

Kesimpulan dan Saran

Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa konsep kartun yang tertanam dalam lembar kerja tidak hanya mermperbaiki miskonsepsi tetapi juga meningkatkan pemahaman konseptual mereka Hukum Newton tentang. Hasil ini telah dibahas oleh peneliti dapa bagian hasil dan pembahasan pada artikel. Peneliti menyarankan studi lebih lanjut harus dilakukan pada lembar kerja berorientasi konsep kartun dan kombinasinya (misalnya analogi, konseptual mengubah teks, simulasi) dalam berbagai disiplin ilmu dan topik. Selanjutnya, penelitian lintas budaya untuk secara langsung membandingkan prevalensi miskonsepsi ilmiah umum di kalangan siswa dari latar belakang budaya yang berbeda pengamatan (Abrahams dkk. 2015). Menurut reviewer saran ini dapat dilakukan untuk penelitian lebih lanjuyt karena pemuatan lembar kerja yang dimuati konsep kartun masih jarang ditemui pada berbagai materi pelajaran lainnya

Menurut reviewer dari sisi penulisan, artikel ini sudah memiliki sisitematika yang rapi mulai dari abstrak, pendahuluhan, teori, metode, hasil dan pembahasan, kesimpulan, appendix dan juga daftar pustaka. Artikel ini menggunaan middle note dalam penulisannya. Reviewer hanya menyarankan untuk ditambahkan diagram alir penelitian yang dapat membuat artikel menjadi lebih ringkas dan memudahkan pembaca memahami isi artikel. Peneliti mengutip kajian teori dari berbagai sumber yang menjadikan artikel ini kaya akan referensi . Selain itu, peneliti juga menyajikan contoh konsep kartun yang dimuat dalam lembar kerja yang menajdikan nilai tambah bagi artikel ini.

MAA-HS

MAA : Ners Generalis lulusan Poltekkes Kemenkes Palembang, Universitas Andalas, dan Universitas Padjadjaran | HS : Guru SMP Negeri di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Alumnus Pendidikan Fisika UIN Raden Intan Lampung dan Universitas Lampung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *