Sinopsis Harga Sebuah Percaya Karya Tere Liye

Jim adalah seorang pemuda yatim piatu, miskin papa, dan tidak berpendidikan. Jim jatuh cinta pada Nayla, putri keluarga bangsawan Negeri Seberang yang bermartabat. Mereka berdua saling mencintai, akan tetapi latar belakang yang berbeda menghalangi hubungan mereka. Kisah cinta mereka berakhir menyedihkan karena Nayla pergi mendahului Jim.Kepergian Nayla membuat Jim sangat membenci dirinya sendiri. Ia menyesali betapa pengecutnya ia selama ini. Di saat terendah dalam hidupnya, Jim bertemu dengan seorang pria tua yang memperkenalkan dirinya sebagai Sang Penandai. Sang Penandai memilih Jim untuk membuat dongeng baru. Ia ingin Jim ikut berlayar dengan Armada Kota Terapung yang menjelajah ke Tanah Harapan.

Dengan berjuta perasaan yang berkecamuk di dalam hatinya, Jim pun ikut berlayar dengan Armada Kota Terapung menuju ke Tanah Harapan. Ia kemudian memiliki teman dekat yang bernama Pate. Berbagai peristiwa dan kejadian Jim lalui selama pelayaran tersebut. Mulai dari perang dengan kelompok Perompak Yang Zhuyi, akrab dengan Laksamana Ramirez, menemani Pate ke Puncak Adam, hingga perang dengan Pemberontak Budhis di Kota Champa.

Semua peristiwa itu telah mengubah Jim. Ia bukan lagi si pengecut yang tidak berpendidikan, tetapi si gagah berani, berpendidikan dan terampil. Akan tetapi, kenangan memilukan tentang Nayla masih tetap membayangi pikiran Jim. Ia masih menangis tanpa air mata setiap kali teringat tentang Nayla. Ia masih belum bisa berdamai dengan masa-masa menyakitkan itu.
Setelah perlayaran panjang, Armada Kota Terapung akhirnya tiba di Tanah Harapan. Jim memutuskan untuk tinggal di Tanah Harapan bersama Laksamana Ramirez dan Pate. Mereka bertiga menjelajahi hutan-hutan lebat di Tanah Harapan. Di akhir perjalanan, Pate menyuruh Jim pergi dan membantu Laksamana Ramirez menyelesaikan dongeng mereka masing-masing. Meskipun saat itu, Pate sendiri tidak berdaya menghadapi Barikade Perawan.

Sang Penandai menjelaskan bahwa Jim harus berdamai dengan masa lalunya. Dimulai dengan memaafkan diri sendiri dan menerima kenyataan yang ada. Maka dongengnya akan berakhir dengan indah dan Jim akan menerima hadiah hebat setelah itu. Jim menangis dan mengakui bahwa dirinya tak pernah mau berdamai dengan kenangan-kenangan itu.
Di sisa nafas terakhirnya, Jim telah berdamai dengan kenangan masa lalunya. Ia bisa memaafkan dirinya dan menerima semuanya dengan sebenar-benarnya penerimaan. Jim dengan bahagia bisa menyebut nama Nayla tanpa penyesalan. Tersenyum mengingat semuanya.
Baik sekali akhir yang Jim miliki, dan hadiah besar telah menunggu orang yang percaya hingga detik terakhir.

MAA-HS

MAA : Ners Generalis lulusan Poltekkes Kemenkes Palembang, Universitas Andalas, dan Universitas Padjadjaran | HS : Guru SMP Negeri di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Alumnus Pendidikan Fisika UIN Raden Intan Lampung dan Universitas Lampung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *