Pemanfaatan Obat Traditional Rekomendasi Kemenkes Selama Masa Pandemi Covid-19

Kementerian Kesehatan menyarankan masyarakat untuk memanfaatkan obat tradisional berupa jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka. Pemanfaatan obat tradisional tersebut sebagai upaya memelihara kesehatan, pencegahan penyakit, dan perawatan kesehatan termasuk pada masa kedaruratan kesehatan masyarakat atau bencana nasional Covid-19.

Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan mengirimkan surat edaran kepada gubernur, bupati/wali kota di seluruh Indonesia untuk memanfaatkan obat tradisional sebagai pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit, dan perawatan kesehatan.

Kementerian Kesehatan telah menetapkan formularium ramuan obat tradisional Indonesia (FROTI) melalui Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/Menkes/187/2017 yang penyusunannya dilakukan berdasarkan gangguan kesehatan yang umumnya ditemukan di masyarakat.

Pemanfaatan obat tradisional harus tetap memperhatikan petunjuk penggunaanya seperti di antaranya memiliki izin edar dari BPOM, informasi yang tercantum dalam kemasan harus diperhatikan antara lain aturan pakai, tanggal kadaluarsa, peringatan/kontra indikasi, khasiat, kondisi kemasan harus dalam keadaan baik, dan bentuk fisik produk dalam keadaan baik.

Obat tradisional juga tidak boleh digunakan dalam keadaan kegawatdaruratan dan keadaan yang potensial membahayakan jiwa.

Beberapa contoh tanaman obat meliputi jahe merah, jahe, temulawak, kunyit, kencur, lengkuas, bawang putih, kayu manis, sereh, daun kelor, daun katuk, jambu biji, lemon, jeruk nipis, dan jinten hitam.

Beberapa contoh khasiat obat traditional meliputi :

  1. untuk daya tahan tubuh (ramuan yang mengandung meniran/ kencur/ mengkudu)
  2. Untuk darah tinggi (ramuan yang mengandung seledri/ kumis kucing)
  3. untuk diabetes (ramuan yang mengandung kayu manis/ mengkudu, dan pare)
  4. untuk mengurangi keluhan batuk (ramuan yang mengandung kencur/ lagundi/ sage/ jage merah/ lemon/ daun mint)
  5. untuk mengurangi keluhan flu (ramuan yang mengandung jintan hitam/ mahkota dewa atau ramuan meniran/ jahe/ mint/ cengkeh)
  6. untuk mengurangi keluhan sakit tenggorokan (ramuan yang mengandung jahe/ kencur/ jeruk nipis/ adas/ pala)
  7. Untuk meningkatkan produksi air susu ibu (ramuan yang mengandung katuk/ pegagan/ kelor/ torbangun)

sumber:

https://www.kemkes.go.id/article/view/20052100005/kemenkes-sarankan-masyarakat-manfaatkan-obat-tradisional.html

http://yankes.kemkes.go.id/unduh/fileunduhan_1592367336_716430.pdf/6

MAA-HS

MAA : Ners Generalis lulusan Poltekkes Kemenkes Palembang, Universitas Andalas, dan Universitas Padjadjaran | HS : Guru SMP Negeri di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Alumnus Pendidikan Fisika UIN Raden Intan Lampung dan Universitas Lampung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *