Beda Piano dan Keyboard

Perbedaan utama diantara sebuah piano (piano akustik standar) dan digital adalah mekanisme yang menghasilkan suara

Piano menghasilkan suara dengan menyalurkan kekuatan jari yang menekan tuts dan diteruskan ke hammer (pemukul), yang kemudian memukul senar. Getaran / vibrasi yang dihasilkan dengan memukul senar diteruskan ke soundboard (papan suara), tersebar secara penuh, yang mengeraskan / membesarkan suara. Saat getaran / vibrasi digabungkan dengan resonansi dari senar lain diluar yang dipukul, menghasilkan suara yang unik.

Sebaliknya, piano digital tidak memiliki senar. Bisa dikatakan, setiap tuts merupakan tombol untuk menghasilkan suara spesifik. Pembangkit nada elektronik menghasilkan suara, yang dibesarkan dengan menggunakan pengeras suara / speaker.

Namun, piano digital buatan Yamaha dilengkapi dengan hammer (pemukul). Hammer (pemukul) ini tidak untuk difungsikan sebagai pengetuk senar, sebagaimana dengan piano akustik, namun dipergunakan untuk menangkap dinamika tuts yang dimainkan, menghasilkan responsi dinamis terhadap sentuhan yang lebih mendekati apa yang dialami saat memainkan piano akustik.

Musisi yang memilih antara piano dan keyboard harus mempertimbangkan beberapa faktor, misalnya rentang alat musik. Sebuah piano memiliki 88 tombol (88 catatan), namun keyboard biasa saat ini hanya memiliki tombol 61 atau 76 (keyboard yang lebih besar tersedia, namun tidak khas). Di sisi lain, jika Anda berencana untuk menggunakan instrumen Anda untuk mencampur dan merekam dengan perangkat lunak pengeditan musik, keyboard menawarkan sedikit fleksibilitas dan pilihan. Perlu dicatat, bagaimanapun, bahwa banyak pemusik lebih memilih suara piano, dan bersikeras bahwa bahkan keyboard terbaik pun tidak dapat dibandingkan dengan piano. Selain itu, seorang pianis dapat menggunakan pedal dan sentuhan yang lebih ringan atau lebih berat untuk menyampaikan emosi atau memperluas jangkauan catatan.

Bagi pemusik, bermain piano memberi kesempatan kepada pemain untuk membangun kekuatan jari dari waktu ke waktu, dan juga memungkinkan kontrol suara yang lebih baik. Piano memiliki lebih dari 200 senar yang bergetar dari papan suara, yang menawarkan berbagai macam suara untuk musisi, dan itu bukanlah sesuatu yang bisa ditiru secara elektronik. Musisi juga harus mempertimbangkan fakta bahwa piano dapat mempertahankan nilainya dari waktu ke waktu jika dipelihara dengan baik. Tapi keyboard bergantung pada teknologi, dan seiring perubahan teknologi keyboard dengan cepat menjadi ketinggalan zaman.

Jenis-jenis Keyboard

Keyboard memiliki beberapa jenis, di antaranya:

–       Accompaniment Keyboard

Keyboard yang cocok dijadikan teman untuk di rumah. Sesuai namanya, accompaniment keyboard berfungsi untuk “menemani” karena disertai dengan fasilitas style yang biasa digunakan untuk organ tunggal ataupun karaoke. Pemain tidak perlu memencet banyak tombol dan memikirkan chord, keyboard ini membantu untuk memainkannya. Bagi pemula yang baru ingin memulai belajar keyboard, jenis ini bisa dijadikan pilihan.

–       Keyboard Mono Timbral

Keyboard jenis ini hanya bisa mengeluarkan satu suara dalam satu waktu meski ia memiliki berbagai macam suara. Biasanya keyboard jenis ini memiliki kualitas suara yang bagus.

–       Keyboard Multi Timbral

Keyboard ini cocok untuk menggarap aransemen, sebab ia bisa mengeluarkan berbagai macam suara dalam satu waktu seperti piano, drum, gitar, dan bass. Keyboard jenis ini biasanya digunakan untuk kegiatan rekaman.

–       Digital Piano Keyboard

Sesuai dengan namanya, digital piano keyboard bisa disebut sebagai pengganti piano. Biasanya keyboard jenis ini memiliki suara-suara yang menyerupai piano dengan kualitas suara yang cukup baik, kadang dilengkapi dengan suara instrumen lain namun dengan kualitas yang kurang baik. Digital piano biasanya memiliki banyak tuts dan agak berat sehingga kurang cocok untuk dibawa bepergian. Bisa ditempatkan di rumah, tempat les, studio, atau di gereja.

–       Digital Synthesizer & Workstation Keyboard

Digital synthesizer adalah keyboard yang memiliki suara yang lebih banyak juga bisa diubah-ubah dan digabungkan dengan suara lain, bahkan bisa membuat suara yang baru. Workstation keyboard dilengkapi dengan teknologi canggih seperti sebagai sequencer, looping, membuat arpegio, tracking vokal, bahkan merekam. Workstation keyboard bisa dibilang merupakan studio dalam bentuk keyboard karena bisa melakukan berbagai macam dalam satu instrumen saja. Dengan keyboard jenis ini kita bisa membuat berbagai macam genre lagu dari pop, hip hop, jazz, dan lain-lain. Workstation juga memudahkan penggunanya untuk menghemat tempat dan waktu.

–       Keyboard Hybrid

Keyboard hybrid memiliki dua fungsi keyboard sekaligus seperti piano dan accompaniment atau piano dengan digital synth/workstation. Belum banyak jenis keyboard hybrid karena penggunanya pun terbatas pada yang pro saja.

Mengenal alat musik keyboard dan jenisnya bukanlah sesuatu yang sulit karena kita bisa mendapatkan informasinya dari berbagai sumber. Jenis-jenis keyboard yang beredar di pasaran juga sudah mulai beragam menyesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan konsumen. Jenis-jenis keyboard di atas bisa dijadikan sebagai acuan untuk memilih keyboard mana yang paling pas untuk anda. Pilihlah keyboard sesuai dengan kebutuhan

Ns. M. Agung Akbar

Ners Generalis lulusan Fakultas Keperawatan Universitas Andalas. Penulis aktif dalam beberapa penulisan artikel kesehatan di media cetak maupun online, penelitian ilmiah, dan buku. Saat ini penulis melanjutkan studinya di Magister Keperawatan Universitas Padjadjaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *