Satuan Acara Penyuluhan Pijat Oksitosin Untuk Memperlancar ASI

Hasil gambar untuk pijat oksitosin

Video Edukasi pijat oksitoksin : https://www.youtube.com/watch?v=KVLBkbo–yY&t=39s


SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)PIJAT OKSITOSIN
Topik              : Pijat Oksitosin

Sasaran          : Ibu Post Partum

Tempat           : Ruang Rawat Inap Kebidanan H

ari/Tanggal : Kamis/ 26 Juli 2018

Waktu            : 09.00 WIB s/d 09.30 WIB

Penyuluh        : ?
I. Latar Belakang

Air Susu Ibu merupakan makanan terbaik bayi pada awal usia kehidupannya. ASI terbukti mempunyai keunggulan yang tidak dapat digantikan oleh makanan dan minuman manapun karena ASI mengandung zat gizi yang paling tepat, lengkap dan selalu menyesuaikan dengan kebutuhan bayi setiap saat (Elza, 2009). Proses menyusui idealnya dapat segera dilakukan begitu bayi lahir. Bayi yang lahir cukup bulan akan memiliki naluri untuk menyusu pada ibunya di 20-30 menit setelah lahir. Itupun jika bayi tidak mengantuk akibat pengaruh obat ataupun anastesi yang diberikan kepada ibu saat proses melahirkan. Di jam-jam pertama, bayi akan relatif tenang, terjaga dan memiliki kemampuan menyusu dengan baik (Soraya, 2010).Kenyataan dilapangan menunjukkan produksi dan ejeksi ASI yang sedikit pada hari-hari pertama setelah melahirkan menjadi kendala dalam pemberian ASI secara dini. Menurut Cox (2006) disebutkan bahwa ibu yang tidak menyusui bayinya pada hari-hari pertama menyusui disebabkan oleh kelelahan pasca kelahiran, kecemasan dan ketakutan ibu akan kurangnya produksi ASI serta kurangnya pengetahuan ibu tentang proses menyusui. Menyusui dini di jam-jam pertama kelahiran jika tidak dapat dilakukan oleh akan menyebabkan proses menyusu tertunda, maka alternatif yang dapat dilakukan adalah memerah atau memompa ASI selama 10-20 menit hingga bayi dapat menyusu. Tindakan tersebut dapat membantu memaksimalkan reseptor prolaktin dan meminimalkan efek samping dari tertundanya proses menyusui oleh bayi.Banyak ibu yang merasa bahwa ASI belum keluar pada hari pertama sehingga bayi dianggap perlu diberikan minuman lain, padahal bayi yang lahir cukup bulan dan sehat mempunyai persediaan kalori dan cairan yang dapat mempertahankannya tanpa minuman selama beberapa hari. Disamping itu, pemberian minum sebelum ASI keluar akan menghambat pengeluaran ASI karena bayi menjadi kenyang dan malas menyusui. Salah satu solusi dari ketidaklancaran ASI adalah pijat oksitosin. Dimana pijat okstiosin dapat merangsang hormon prolaktin dan oksitosin setelah melahirkan sehingga sangat berperan dalam produksi ASI (Evariny, 2008).  Pijatan atau rangsangan pada tulang belakang, neuro transmitter akan merangsang medulla oblongata langsung mengirim pesan ke hypothalamus di hypofise posterior untuk mengeluarkan oksitosin sehingga menyebabkan buah dada mengeluarkan air susunya. Pijatan di daerah tulang belakang ini juga akan 6 merileksasi ketegangan dan menghilangkan stress dan dengan begitu hormon oksitosoin keluar dan akan membantu pengeluaran air susu ibu, dibantu dengan isapan bayi pada puting susu pada saat segera setelah bayi lahir dengan keadaan bayi normal (Guyton, 2007).Berdasarkan latar belakang diatas, kelompok tertarik untuk melakukan pendidikan kesehatan tentang pijat oksitosin di Ruang Perawatan Post Partum.


II. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM

Setelah diberikan penyuluhan kepada ibu posr partum diharapkan mampu mengetahui serta memahami dan dapat melakukannya dirumah tentang pijat oksitosin.


  III. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS

Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang gizi pada ibu hamil diharapkan peserta penyuluhan dapat :a.    Memahami apa saja konsep ASIb.    Memahami apa pengertian pijat oksitosinc.    Memahami apa tujuan pijat oksitosind.   Memahami apa manfaat pijat oksitosine.    Memahami apa hal yang dapat mempengaruhi produksi oksitosinf.     Memahami apa alat yang dipersiapkang.    Memahami apa langkah-langkah pijat oksitosin


IV. MATERI (Terlampir)a.    Konsep ASIb.    Pengertian pijat oksitosinc.    Tujuan pijat oksitosind.   Manfaat pijat oksitosine.    Hal yang dapat mempengaruhi produksi oksitosinf.     Alat yang dipersiapkang.    Langkah-langkah pijat oksitosin


V. METODEa.    Ceramahb.    Demonstrasic.    Tanya jawab


VI. MEDIA DAN ALAT PENYULUHANa.    Leafletb.    Proyektorc.    Laptop

VII. SETTING TEMPAT

Peserta penyuluhan duduk berhadapan dengan tim penyuluhan 

VIII. PENGORGANISASIAN

a.    Pembimbing           :     ?
b.      Moderator : ?

Tugas Moderator :

a.    Membuka penyuluhan.

b.    Memperkenalan diri

c.    Memberitahu pokok bahasan penyuluhan kepada peserta.

d.   Kontrak waktu dengan peserta penyuluhan.

e.    Menyampaikan rute atau tahap-tahap dalam penyuluhan.

f.     Menguraikan secara singkat latar belakang dan tujuan penyuluhan.

g.    Mempersilakan pemateri untuk  menyampaikan materi.

h.    Membuka sesi tanya-jawab.

i.      Mempersilakanpeserta untuk bertanya.

j.      Mempersilakan pemateri untuk menjawab pertanyaan peserta.

k.    Merangkum inti presentasi pemateri.

l.      Mengucapan terimakasih kepada pemateri dan peserta.

m.  Menutup penyuluhan.


c.       Pemateri : 
?

Tugas Pemateri:

a.   Menyampaikan materi penyuluhan.

b.  Menjawab pertanyaan yang diajukan oleh peserta.


d.      Notulen : 
?

Tugas Notulen:

a.       Bertanggung-jawab atas daftar hadir peserta penyuluhan.

b.      Mencatat pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh peserta.

c.       Mencatat jawaban-jawaban yang disampaikan oleh pemateri.

d.      Membuat rangkuman materi penyuluhan.

e.       Membuat Laporan Penyuluhan setelah terlaksananya penyuluhan.


e.       Fasilitator : ?

Tugas Fasilitator:

a.       Mempersiapkan dan bertanggung-jawab atas setting tempat penyuluhan, seperti susunan dan jumlah meja dan kursi yang digunakan dalam penyuluahan.

b.      Mempersiapakan dan bertanggung-jawab atas segala media dan alat peraga yang digunakan oleh pemateri dalam penyuluhan.

c.       Selalu memfasilitasi semua kebutuhan peserta dalam penyuluhan dan menyesuaikannya dengan kondisi saat penyuluhan, sehingga penyuluhan berjalan dengan lancar.


f.       Observer : ?

Tugas Observer :

a.       Memonitor atau memantau selama berjalannya penyuluhan.

b.      Mengamati reaksi peserta penyuluhan.

c.       Mengamati keberhasilan penyuluhanan.

g.      Koordinator Lapangan : ?

Tugas koordinator lapangan adalah mengkoordinasi hal-hal yang terjadi pada saat penyuluhan, baik sebelum, sedang, maupun sesudah penyuluhan.


IX. KEGIATAN PENYULUHAN

NoWaktuKegiatan penyuluhanKegiatan Peserta
15 menitPembukaan :·         Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam·         Memperkenalkan diri dan anggota   kelompok serta pembimbing·         Menjelaskan tujuan dari penyuluhan·         Menyebutkan materi yang akan diberikan·         Kontrak Waktu : 1×30 menit·         Menjelaskan Tata tertib :-     Peserta mendengarkan materi yang dijelaskan hingga selesai, apabila ada keperluan keluar maka harus seizin moderator.-     Peserta diperbolehkan bertanya saat materi selesai diberikan.-     Bila ada peserta yang ingin meninggalkan tempat penyuluhan harus dengan seizin moderator.
Menjawab salam





MendengarkanMemperhatikan
215 menitPelaksanaan :·         Menggali pengetahuan peserta tentang konsep ASI·         Memberikan re-inforcement·         Menjelaskan apa pengertian konsep·         Menggali pengetahuan peserta tentang tujuan pijat oksitosin·         Memberikan re-inforcement·         Menjelaskan tujuan pijat oksitsin·         Menjelaskan apa manfaat pijat oksitosin·         Menjelaskan apa hal yang dapat mempengaruhi produksi oksitosin·         Menggali pengetahuan peserta tentang hal apa saja yang mempengaruhi produksi oksitosin (ASI)·         Memberikan re-inforcement·         Menjelaskan hal yang dapat mempengaruhi produksi oksitosin·         Menjelaskan langkah-langkah pijat oksitosin·         Meredemonstrasikan cara pijat oksitosin
·     Menjawab
·     Mendengarkan&Memperhatikan·     Menjawab

·     Mendengarkan&Memperhatikan s·     Mendengarkan&Memperhatikan·     Mendengarkan&Memperhatikan·     Menjawab

·     Mendengarkan&Memperhatikan·     Mendengarkan&Memperhatikan·     Meredemonstrasi-kan
37 menitEvaluasi :·         Memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya·         Memberikan reward kepada 3 peserta yang bertanya dahulu·         Menanyakan kepada peserta penyuluhan tentang materi yang telah diberikan dan memberikan reinforcement kepada peserta penyuluhan jika dapat menjawab pertanyaan
Bertanya
Menjawab pertanyaan
43 menitTerminasi :·         Mengucapkan terimakasih atas peran serta peserta penyuluhan·         Mengucapkan salam penutup·         Menyebarkan leaflet
MendengarkanMenjawab salam

X. EVALUASI

a.    Kriteria struktur

1.    Kontrak waktu dan tempat diberikan sebelum acara dilaksanakan

2.    Pembuatan SAP, leaflet dikerjakan maksimal 2 hari sebelumnya

3.    Penentuantempat yang akandigunakandalampenyuluhan

4.    Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelum dan saat penyuluhan dilaksanakan

b.    Kriteria proses

1.    Peserta sangat antusias dan aktif bertanya selama materi penyuluhan berlangsung

2.    Peserta mendengarkan dan memperhatikan penyuluhan dari awal sampai akhir

3.    Pelaksanaan kegiatan sesuai SAP yang telahdibuat

4.    Pengorganisasian berjalan sesuai dengan job descriptionc.    

Kriteria hasil

1.    Peserta yang dating dalam penyuluhan ini minimal 5-8 orang

2.    Peserta dapat mengikuti acara penyuluhan dari awal sampai akhir

3.    Acara dimulai tepat waktu tanpa kendala

4.    Peserta mengikuti kegiatan sesuai dengan aturan yang telah dijelaskan

5.    Peserta dapat memahami 80% materi yang telah disampaikan penyuluh dilihat dari kemampuan menjawab pertanyaan penyuluh dengan benar.

DAFTAR PUSTAKA

Ambarwati, E.R., dan Wulandari, D., 2009. Asuhan Kebidanan Nifas. Jogjakarta : Mitra Cendikia Offset.

Bobak, Lowdermilk, Jense. 2012. Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Jakarta: EGC.

Manuaba. 2008. Gawat darurat Obstetri Ginekologi dan Obstetri Ginekologi. Sosial untuk Profesi Bidan. Jakarta : EGC.

Nurhati, M. (2009). Kehamilan dan Persiapan Persalinan. Jakarta : Garamond

Rahayu. 2016. Panduan Praktikum Keperawatan Maternitas. Jakarta: CV Budi Utama.

Rustam, 2011. Sinopsis Obstetri Fisiologi Patologi, Jilid 2. Jakarta : EGC. 

  Lampiran Materi

A.  Konsep ASI

ASI Eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja selama 6 bulan tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, dan air putih serta tanpa tambahan makanan padat seperti pisang bubur susu, biscuit, bubur, nasi dan nasi tim. Setelah 6 bulan baru diberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI). ASI dapat di berikan sampai anak usia 2 tahun atau lebih. (Ambarwati, 2009).Ada beberapa permasalahan dalam pemberian ASI, yang paling sering adalah produksi ASI yang berlebihan dan produksi ASI yang kurang. Kelebihan ASI atau hiperlaktasi bisa diakibatkan oleh adanya ketidakseimbangan dari hormon atau adanya masalah pada kelenjar pituitari yang terletak di bawah otak. Hiperlaktasi yang berlangsung selama kurang lebih 6 minggu maka hal tersebut bisa disebabkan oleh adanya alveoli atau kelenjar produksi air susu yang berlebih. Selain itu, kelebihan air susu atau hiperlaktasi bisa terjadi pada wanita yang baru pertama kali menyusui dan hal ini biasanya terjadi pada minggu-minggu awal menyusui.Ada beberapa faktor yang menyebabkan produksi ASI berkurang . yaitu :1.  Kelelahan setelah persalinan2.  Mengalami penyakit tertentuMengalami penyakit tertentu, seperti penyakit infeksi, dapat menyebabkan tubuh memproduksi lebih sedikit ASI. Hipotiroidisme dan anemia adalah dua penyakit yang dapat memengaruhi produksi ASI. Bila terkena infeksi tertentu, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik untuk mengobati infeksi tersebut.3.  Minum terlalu banyak kafein4.  Menjadi perokok aktifKebiasaan merokok dapat mengganggu pelepasan oksitosin dalam tubuh ibu. Oksitosin diketahui menjadi hormon yang merangsang respon let-down reflex, yaitu refleks ibu untuk mengeluarkan ASI dari dalam payudara dan mengalir keluar dari tubuh sampai masuk ke mulut bayi.Jika refleks let-down tidak berfungsi dengan baik, ASI tidak akan mengalir keluar dari payudara ibu dan pada akhirnya kebutuhan ASI untuk bayi tidak terpenuhi.5.  Minum alkohol6.  Minum pil KBBila mengonsumsi pil KB untuk mencegah kehamilan selanjutnya, maka ini bisa memengaruhi suplai ASI. Sebab, pil KB mengandung hormon estrogen yang dapat menurunkan produksi susu.Di sinilah pentingnya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan alat kontrasepsi yang aman saat masa menyusui, tanpa mengurangi produksi ASI. Misalnya dengan alat kontrasepsi yang hanya mengandung progestin seperti implan atau suntik KB yang tidak mengganggu produksi ASI.7.  Tidak mengelola stres dengan baik8.  Konsumsi obat-obatan tertentuBeberapa jenis obat, baik obat resep maupun obat bebas, dapat mengganggu hormon oksitosin, yang mengatur produksi ASI. Obat-obatan seperti obat alergi, obat flu, dan diuretik dapat menurunkan suplai ASI.9.  Sedang hamil lagiProduksi ASI memang cenderung menurun bila ibu sedang hamil meski masih aktif menyusui. Hal ini disebabkan karena hormon kehamilan yang diketahui dapat menurunkan produksi ASI.10.  Pola makanSering begadang akibat menyusui hingga tengah malam membuat  ibu wajib memenuhi kebutuhan makanan dan hidrasinya dengan baik. Namun banyak ibu yang ternyata jumlah asupan makanan dan cairannya kurang, atau tak terpenuhi. Padahal hal ini yang kemudian membuat produksi ASI berkurang.


B.  Pengertian Pijat Oksitosin

Pijat oksitosin merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ketidaklancaran produksi ASI. Pijat oksitosin adalah pemijatan pada sepanjang tulang belakang (vertebrae) sampai tulang costae kelima dan keenam dan merupakan usaha untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin setelah melahirkan (Biancuzzo, 2003; Indiyani, 2006; Yohmi & Roesli, 2009).Pijat oksitosin juga dapat didefinisikan sebagai tindakan yang dilakukan oleh keluarga, terutama suami pada ibu menyusui yang berupa pijatan pada punggung ibu untuk meningkatkan produksi hormone oksitosin sehingga dapat mempercepat penyembuhan luka bekas implantasi plasenta, mencegah perdarahan, serta memperbanyak produksi ASI.Pijat oksitosin ini dilakukan untuk merangsang reflex oksitosin atau reflex let down. Selain untuk merangsang reflex let down manfaat pijat oksitosin adalah memberikan kenyamanan pada ibu, mengrusangi bengkak (engorgement), mengurangi sumbatan ASI, merangsang pelepasan hormone oksitosin, mempertahankan produksi ASI ketika ibu dan bayi sakit (Rahayu, 2016).


C.  Tujuan Pijat Oksitosin

Pijat oksitosin ini dilakukan untuk merangsang refleks oksitosin atau reflex let down.


D.  Manfaat Pijat OksitosinManfaat pijat oksitosin bagi ibu nifas dan ibu menyusui, diantaranya :1.    Mencegah terjadinya perdarahan post partum2.    Dapat mempercepat terjadinya proses involusi uterus3.    Meningkatkan produksi ASI4.    Meningkatkan rasa nyaman pada ibu menyusui5.    Meningkatkan hubungan psikologis antar ibu dan keluarga


E.  Hal Yang Dapat Mempengaruhi Produksi OksitosinHal yang dapat meningkatkan hormone oksitosin1.    Ibu dalam keadaan tenang2.    Mencium dan mendearkan celotehan bayi atau tangisannya3.    Melihat dan memikirkan bayinya4.    Ayah menggendong bayi dan diberikan pada ibunya saat akan menyusui5.    Ayah menggantikan popok dan memandikannya6.    Ayah bermain, menggendong, mendengarkan nyayian dan membantu pekerjaan rumah tangga7.    Ayah memijat bayiHal yang dapat mengurangi produksi hormone oksitosin1.    Ibu merasa takut2.    Ibu bekerja3.    Ibu merasa kwatir produksi ASInya tidak cukup4.    Ibu merasa kesaakitan5.    Ibu merasa sedih, cemas, kesal, dan bingung6.    Ibu merasa malu untuk menyusui7.    Suami atau keluarga kurang mendukung dan menjadi ASI
F.   Persiapan Alat

 1. Alat-alat

a. Kursi

b. Meja

c. Minyak aroma terapi / minyak telon aroma terapi

d. BH kusus untuk menyusuie. Handuk2.

Persiapan perawat    

a. Menyiapkan alat dan mendekatkanya ke pasien     

b. Membaca status pasien     

c. Mencuci tangan 

3. Persiapan lingkungan     

a. Menutup ordien atau pintu (Pastikan privasi pasien terjaga)


G. Langkah-Langkah Pijat Oksitosin

Berikut ini langkah-langkah melakukan pijat oksitosin :Untuk ibu :1.  Duduklah dengan nyaman sambil bersandar ke depan, bisa dengan cara melipat lengan di atas meja.

2.  Letakkan kepala di atas lengan

3.  Lepas bra dan baju bagian atas. Biarkan payudara tergantung lepas

Untuk pemijat

1.  Lumuri kedua tangan dengan sedikit baby oil

2.  Kepalkan kedua tangan dengan ibu jari menunjuk ke depan dimulai dari bagian tulang yang menonjol di tengkuk. Turun sedikit ke bawah kira-kira dua ruas jari dan geser ke kanan ke kiri, setiap kepalan tangan sekitar dua ruas jari

3.  Dengan menggunakan kedua ibu jari, mulailah memijat membentuk gerakan melingkar kecil menuju tulang belikat atau daerah dibagian batas bawah bra ibu

4.  Lakukan pijat ini sekitar 3 menit dan dapat diulangi sebanyak 3 kali.

5.  Setelah selesai memijat sambil membersihkan sisa baby oil, kompres pundak-punggung ibu dengan handuk hangat

Ns. M. Agung Akbar

Ners Generalis lulusan Fakultas Keperawatan Universitas Andalas. Penulis aktif dalam beberapa penulisan artikel kesehatan di media cetak maupun online, penelitian ilmiah, dan buku. Saat ini penulis melanjutkan studinya di Magister Keperawatan Universitas Padjadjaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *