Sinopsis Novel “Komet Minor” Karya Tere Liye

Judul                  : Komet Minor
Penulis               : Tere Liye
Penerbit             : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit       : 2019
Ketebalan buku : 376 halaman, 20cm
ISBN                   : 9786020623399

Bab pertama buku ini merupakan kelanjutan kisah dari buku sebelumnya yaitu Komet, dimana ending-nya saat itu berupa penghiatan oleh Max alias Si Tanpa Mahkota yang mengkhianati kebaikan tiga remaja petarung yang berasal dari klan berbeda: Raib (Klan Bumi), Seli (Klan Matahari, dan Ali (Klan Bumi).  Dalam buku Komet Minor, saat tak ada lagi harapan bagi Ra, Seli dan Ali ketika di perahu mereka diikat dengan jaring perak.  Ali si genius, dengan caranya yang mengagumkan, berhasil menjatuhkan sebuah cermin kecil yang terbuat dari berlian. Berkat alat itu, ada yang melakukan teleportasi lewat portal cermin. Maka munculah “BATOZAR – sang pengintai.”

Pertemuan di perahu tersebut hanya sebentar, kemudian mereka berempat mendarat di Pulau Hari Minggu, dan HAP!  Ikan raksasa menelan mereka bersama Si Tanpa Mahkota.  Ikan tersebut merupakan portal untuk membuka mereka menuju Klan Komet Minor.

Itu barulah awal, maka bab-bab berikutnya menyajikan keseruan, kekocakan, ketegangan, bahkan kesedihan, hingga kebahagiaan.  Menurut saya, di buku ini banyak hal yang membuat saya tertawa dengan kehadiran Batozar yang meramaikan kisah dalam petualangan Raib, Seli, dan Ali.  Sang pengintai nomor satu di Klan Bulan ini punya selera humor yang menyenangkan, sehingga ketegangan demi ketegangan yang harus mereka lewati, membuat mereka bisa terus bertahan lama, meski pun kekalahan demi kekalahan datang silih berganti, tak sedikit pun membuat petualangan terasa membosankan, justru sebaliknya.  Kalau biasanya di setiap petualangan dalam beberapa buku sebelumnya, kekompakan Raib, Seli dan Ra-lah yang membuat mereka mampu menyelesaikan setiap rintangan yang harus mereka hadapi. 

Di Komet Minor justru berbeda, kehadiran Batozar membuat ketiga remaja tersebut semakin kuat dan tangguh karena mereka seakan punya kawan sekaligus guru yang bisa melatih kemampuan mereka hingga berkembang dengan pesat.  Selama ini mereka bertiga hanya belajar otodidak, kali ini mereka memiliki teman perjalanan sang pengintai hebat yang akan menemani mereka hingga pertarungan dengan Si Tanpa Mahkota usai. Di Komet Minor, Raib, Seli dan Ali memiliki teman seperjalanan yang sangat tangguh, yaitu Batozar. “Biasanya, dalam petualangan kami bertiga, akulah yang menjadi pemimpin.  Tapi, dengan kehadiran Batozar, jelas dia yang akan mengambil keputusan apa pun.” (halaman 28)

Setibanya di Klan Komet Minor, mereka menyusun rencana untuk mencari pusaka lebih dulu dari Si Tanpa mahkota untuk menggagalkan rencananya. Tapi rencana mereka menemui banyak rintangan, karena ternyata perkotaan di klan ini selalu berpindah-pindah. Mereka yang sudah berkeliling hutan setelah beberapa hari akhirnya menemukan suatu perkotaan yang sedang mendarat. Dari situlah mereka bertemu Star dan Spark dari klan Proxima Centauri dan bertukar informasi tentang klan Komet Minor.


Setelah memiliki jadwal pendaratan kota-kota di klan komet minor, mereka bersiap berpindah ke kota lain untuk mengumpulkan informasi dimana pusaka itu berada. Dengan kemampuan Batozar dalam mengumpulkan informasi, karena dia adalah seorang pengintai, satu persatu mereka mulai mengumpulkan petunjuk.


Dari Tuan Entre yang merupakan salah satu mantan aliansi para pemburu, mereka menemukan bahwa pusaka itu telah dibagi menjadi tiga bagian dan dibawa oleh masing-masing orang. Orang pertama yang membawanya yaitu Arci seorang pemanah yang tinggal di Menara kelabu pegunungan jauh. Orang kedua yaitu Kulture seorang artis di kota Archantum, dan ketiga yaitu Finale yang tinggal di tambang tua. Tapi, perjalanan mereka mencari 3 bagian pusaka itu tidak pernah mudah. Si Tanpa Mahkota terus mengejar mereka, ditambah Seli yang nyaris terbunuh dan berada di ambang batas kematiannya. 

Akankah mereka bisa mendapatkan pusaka itu dan menggagalkan rencana Si Tanpa Mahkota? 

Ns. M. Agung Akbar

Ners Generalis lulusan Fakultas Keperawatan Universitas Andalas. Penulis aktif dalam beberapa penulisan artikel kesehatan di media cetak maupun online, penelitian ilmiah, dan buku. Saat ini penulis melanjutkan studinya di Magister Keperawatan Universitas Padjadjaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *