Sinopsis Novel “Bumi” Karya Tere Liye

Judul Buku: Bumi
Jenis Buku: Novel
Penulis: Tere Liye
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-0112-9
Tahun Terbit: Januari 2014
Tebal: 440 halaman

Namaku Raib, usiaku 15 tahun, kelas sepuluh. Aku sama seperti remaja kebanyakan, kecuali satu hal. Sesuatu yang kusimpan sendiri sejak kecil. Sesuatu yang menakjubkan. Sejak umur 22 bulan, aku bisa menghilang. Cukup dengan menutup wajah dengan kedua tangan tubuhku pun menghilang. Saat ulang tahunku yang kesembilan, aku mendapat hadiah 2 ekor kucing kembar entah dari siapa. Kedua kucing itu kuberi nama si Hitam dan si Putih.Aku memiliki sahabat bernama Seli.

Aku juga memiliki teman “si biang kerok” bernama Ali. Tidak ada yang tahu kalau si biang kerok itu ternyata jenius. Dia yang pertama kali mengetahui rahasia besarku.Pagi itu aku dihukum oleh Miss Keriting karena tidak membawa buku PR Matematika. Begitu juga dengan Ali. Karena merasa bosan, aku pun memutuskan untuk mengamati hujan pagi itu sambil menghilang. Tiba-tiba ada sosok tinggi kurus menyapaku dengan suara dingin, “Halo, Gadis Kecil”. Aku pun terkejut dan tanpa sengaja menurunkan kedua tanganku. Tubuhku pun terlihat lagi seperti semula. Tanpa diduga, Ali melihat kejadian itu. Sejak saat itu Ali terus membuntutiku uuntuk membuktikan bahwa dirinya benar.

Dunia ini tidak sesederhana yang terlihat.Setelah sampai di rumah, hanya si Putih yang menyambutku. Aku tak melihat si Hitam. Padahal si Hitam dan si Putih selalu bermain dan pergi ke mana-mana bersama, termasuk menyambutku ketika aku sampai di rumah. Beberapa hari kemudian aku berhasil menghilangkan jerawat di jidatku. Malam itu, sosok tinggi kurus yang beberapa hari lalu menyapaku di lorong sekolah berada di dalam cermin kamarku. Sosok tinggi kurus itu menggendong kucingku, si Hitam. Dia mengaku mengetahui siapa aku dan dapat melatihku menguasai kekuatan yang ada dalam diriku.

Keesokan harinya terjadi peristiwa besar di sekolah. Gardu listrik tiba-tiba saja  meledak dan menjatuhkan kabel-kabel kea rah aku dan Seli. Seli berhasil menahan kabel-kabel listrik itu. Ia pun membuka rahasianya. Ia bisa mengeluarkan petir dari tangannya. Tiang listrik pun jatuh kearah kami. Aku pun menghilangkan tiang listrik itu. Seli akhirnya mengetahui kekuatanku. Tiba-tiba muncul Ali dan langsung membawa kami berlari menuju aula sekolah.Semua berjalan sangat cepat. Di aula sekolah tempat kami bersembunyi tiba-tiba dating 8 orang berpakaian hitam dan dipimpin oleh sosok tinggi yang uncul di cermin kamarku, Tamus. Mereka ingin membawaku ke dunia lain.

Dunia Klan Bulan.Kami bertiga melawan. Seli mengeuarkan petir dari tangannya. Dia adalah salah satu rakyat Klan Matahari yang hidup di Klan Bumi. Akan tetapi, kami bertiga tidak cukup kuat untuk melawan mereka. Dalam keadaan terdesak, tiba-tiba dating Miss Keriting (Selena) yang ternyata adalah rakyat Klan Bulan. Atas bantuan Miss Selena, kami bertiga tiba di kamarku.Aku memeriksa buku PR Matematikaku yang diberikan Miss Selena beberapa hari yang lalu. Buku itu kini bersampul kulit berwarna gelap dengan gambar bulan sabit menghadap ke atas. Saat aku menyentuh buku itu, muncul sinar dari gambar bulan sabit dan seketika sinar itu menjalar ke tubuhku.

Cahaya itu semakin terang dan tiba-tiba kami berada di ruangan berbeda. Di dunia yang berbeda. Dunia Klan Bulan.Ruangan itu adalah kamar Ou, anak bungsu Ilo dan Vey. Ilo adalah perancang busana paling terkenal di Klan Bulan. Dunia Klan Bulan memiliki teknologi yang sangat maju dan ramah lingkungan. Mereka membuat sebagian besar peradabannya di bawah tanah agar tidak merusak lingkungan permukaan. Hanya orang kaya yang memiliki rumah berbentuk balon di permukaan.Setelah Ilo mengetahui bahwa kami berasal dari dunia lain, ia membawa kami ke perpustakaan dan menemui Av.

Av adalah penjaga perpustakaan sekaligus kakek dari kakek-kakeknya Ilo. Dari Av terungkap bahwa dunia ini memiliki 4 dunia parallel yang saling berdampingan : Dunia Klan Bumi, Dunia Klan Bulan, Dunia Klan Matahari, dan Dunia Klan Bintang.Dunia Klan Bulan mengalami kerusuhan. Kota Tishri, tempat mereka berada dikuasai oleh Tamus. Pasukan Bayangan menyerbu gedung Perpustakaan Sentral. Aku, Seli, Ali, dan Ilo melarikan diri dan bersembunyi di permukaan. Beberapa hari kemudian Av dating lewat perapian. Ia tak dating sendiri, melainkan bersama Tog.

Tog adalah panglima pasukan bayangan dari timur. Ia bertentangan dengan Tamus. Ternyata Tamus telah menyusun rencana besar sejak ribuan tahun lalu. Tog mengatakan bahwa ada seorang perempuan bertubuh tinggi dan berambut meranggas sedang disandera oleh Tamus. Miss Selena dalan bahaya.Aku, Seli, dan Ali ingin menyelamatkan Miss Selena. Kami pun pergi ke Perpustakaan Sentral yang menjadi markas sementara Pasukan Bayangan. Kami pergi ke sana melewati perapian, seperti yang dilakukan oleh Av.Saat kami ingin melepaskan Miss Selena, tiba-tiba muncul 5 orang berpakaian hitam-hitam. Mereka adalah panglima yang berada di pihak Tamus.

Tak lama kemudian, Tamus pun dating. Tamus memintaku untuk membawa kembali si Tanpa Mahkota yang dikurung di penjara bayangan di bawah bayangan. Aku tidak mau. Ia pun membuat lubang hitam, yaitu pintu masuk ke pnjara bayangan di bawah bayangan dan mengancam memasukkan Miss Selena ke lubang itu. Tanpa diduga, Ali berubah menjadi beruang raksasa dan menagkap Tamus dengan tangan besarnya, kemuadian melemparkan Tamus ke lubang bayangan di bawah bayangan. Tamus pun terkurung di penjara bayangan di bawah bayangan.

Ns. M. Agung Akbar

Ners Generalis lulusan Fakultas Keperawatan Universitas Andalas. Penulis aktif dalam beberapa penulisan artikel kesehatan di media cetak maupun online, penelitian ilmiah, dan buku. Saat ini penulis melanjutkan studinya di Magister Keperawatan Universitas Padjadjaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *