Si Pahit Lidah Legenda Masyarakat Sumatera Selatan

            Alkisah diceritakan pada zaman dahulu kala diceritakan di wilayah Sumatera Selatan hiduplah seorang pangeran dari daerah sumidang yang bernama Serunting. Pangeran ini adalah anak dari keturunan raksasa putri tenggang. Pangeran Serunting memiliki seorang adik yang bernama Sitti. Pangeran Serunting amat menyanyangi adiknya karena dari kecil hingga Adiknya Sitti beranjak dewasa Ia selalu menjaganya .

            Selama kesehariannya di rumahnya Sitti dan Serunting dikenal baik di masyarakat, hidup mereka sangatlah akur, ramah dengan tetangga, dank arena itulah mereka banyak disenangi di kalangan masyarakat .  

            Kedua kakak beradik ini memiliki kebun yang sangat luas dibelakang rumahnya. Kebun yang sangat indah dan subur yang mereka tanami berbagai jenis tanaman umbi-umbian dan sayur-sayuran. Setiap hari mereka memantau pekerja-pekerja yang menyiram, memupuk, memotong, memanen, dan membersihkan kebun mereka . Dan juga kedua kakak beradik ini suka membantu pekerja mereka disela-sela waktunya .

            Selain berkebun , keseharian Pangeran Serunting yaitu berlatih Bela Diri bersama dengan pengawal-pengawal nya . Mengingat mempunyai sebuah tugas yang berat, ia sangat sekali berlatih terus menerus supaya menjadi lebih kuat dan dapat melindungi rakyatnya, keluarganya, dan juga untuk melindungi dirinya sendiri .

            Adiknya Serunting selalu menyiapkan segala keperluan kakaknya saat latihan, ia yang menyiapkan minum , ia yang menyiapkan makanan, ia tahu semua apa yang dibutuhkan oleh kakak nya tersebut. Dan ia juga suka melihat ketika kakak nya Pangeran Serunting sering latihan Bela Diri bersama yang lainnya .

            Waktu pun berjalan dengan sangat cepat,  Sitti yang dahulu gadis belia yang hanya bisa menyiapkan makanan untuk kakaknya dan bermain di kebun halaman belakang rumahnya , Sekarang sudah tumbuh dewasa seperti gadis yang lainnya. Mengingat umur yang sudah tumbuh dewasa . Sitti merasa sudah waktunya untuk mencari pendamping hidup untuk dirinya . Tapi ia belum mau mengatakan kepada kakaknya Pangeran Serunting.    

             “Kanda, sekarang adikmu ini sudah tumbuh dewasa seperti gadis-gadis lainnya, aku ingin mencari pasangan hidupku kanda, aku ingin mempunyai keturunan dan hidup bersama dengan keluarga kecil ku nanti”, Harap Sitti . “Adikku Sitti, memang benar sekarang engkau sudah dewasa, aku juga tidak bisa melarangmu untuk memiliki keluarga sendiri dan hidup dengan senang”,Jawab Pangeran .          

            Sebelum mengatakan keinginan nya kepada kakaknya ,Sitti rupanya telah memendam rasa kepada seorang Lelaki yang dikenalnya gagah dan baik hati. Namanya adalah Arya Tebing . Ia juga sangat menyukai Sitti. Mereka berdua bertemu pada saat Sitti menemani kakaknya Pangeran Serunting berlatih Bela Diri dengan pengawal dan teman-temannya .

            Tatapan Arya Tebing yang terus-menerus menatapi wajah Sitti menandakan perasaan cintanya pada saat itu, dan dari kejadian itu Sitti tersipu malu oleh karena ia diperhatikan terus oleh Arya Tebing tersebut . Dari sinilah kisah Cinta Arya Tebing dan Sitti Pun dimulai .

            Setiap sore Arya Tebing selalu menemui Sitti untuk mengajak nya berjalan mengelilingi desa dan juga Arya Tebing suka membantu Sitti untuk menyirami kebun nya yang ada di pekarangan belakang rumah . Karena kedekatan mereka yang terus menerus , dan Sitti berpikir memiliki kecocokan dengan Arya Tebing .

            Keesokan harinya, Arya Tebing menemui Sitti lagi . Tapi kali ini berbeda, ia membawa Sitti ke tempat yang indah di desa nya. “Ayo, Dinda ikutlah bersamaku , ada hal yang ingin aku katakan padamu”, Kata Arya Tebing dengan wajah yang serius . “Apa itu Kanda? Baiklah aku akan ikut, tetapi aku akan izin dulu dengan kakak ku untuk pergi keluar denganmu”, Jawab Sitti . “Iya, aku akan menunggumu di depan ya,” Sahut Arya Tebing .

            Setelah meminta izin kepada Pangeran Serunting, Sitti pun bergegas kedepan menemui Arya Tebing . “Kemana kau akan membawaku , Kanda?”, Tanya nya dengan nada penasaran . “Kita akan jalan-jalan ke air terjun di pinggir desa, dinda”, Jawabnya sambil tesenyum .

            Setelah sampai ke tepi Air terjun , mereka berhenti sejenak dan menikmati pemandangan air terjun tersebut. Setelah berlama-lama mereka melihat air terjun tersebut Arya Tebing mengungkapkan perasaan sebenarnya kepada Sitti yaitu Ia ingin mempersunting Siti menjadi istrinya dan tinggal bersama serta memiliki anak darinya.

            Mendengar perkataan itu Sitti pun dengan malu menjawab jika ia bersedia menikah dan tinggal bersama dengan Arya Tebing . Lalu keesokan harinya Sitti dipersunting oleh Arya tebing, seorang pemuda yang gagag perkasa, bijak dan atif . Konon, arya tebing sangat kuat dan tubuhya kebal .

            “Dinda, apakah engkau mau menikahi ku dan hidup bersama ku hingga meninggal nanti ?” Tanya Aria Tebing kepada Sitti . Sitti pun terdiam seketika mendengar Arya Tebing berbicara itu kepadanya . “Jika aku menikah dengan Arya Tebing, lantas kakak ku Serunting  akan tinggal dengan siapa nantinya ?” Gumamnya dalam hati.

            Atas bujuk rayuan dari Aria Tebing terus memohon agar Sitti dapat menikahinya, dan juga dalam hati Sitti ada Perasaan sayang juga kepada Aria Tebing . “Baiklah Kanda, Adinda bersedia menikahi kanda”, Jawab Sitti sambil tersenyum manis . “Benarkah itu Dinda ?” Tegas Aria Tebing . “Iya Kanda , Adinda dengan ikhlas mau dinikahi oleh kanda”.

            Mendengar perkataan Sitti Aria Tebing dengan bangga dan sambil tersenyum kepada Sitti . “Terima Kasih ya Sitti, aku berjanji aku selalu menjagamu dan menyanyangimu Hingga akhir nafas ku ini.”

            Setelah kejadian ini , beberapa minggu kemudian diadakan pernikahan Kedua insan ini . Banyak keluarga, kerabat, dan teman-teman yang hadir memberi selamat kepada kedua mempelai ini . Termasuk juga kakak Sitti yaitu Pangeran Serunting.Ia amat senang jika Adik kesayangannya telah menemukan pasangan hidupnya, itu berarti tugas nya dari ia kecil sampai Sitti dewasa sudah selesai dan sekarang digantikan oleh Aria Tebing .

            “Hai Aria Tebing, Saya ucapkan Selamat atas pernikahan kalian berdua. Aku berharap kamu dapat menjaga adikku sepenuhnya seperti aku menjaganya dulu. Aku titipkan adik ku ini untuk kau jaga, Tapi bila adikku pulang kepada ku dan menangis kepada ku karena perlakukanmu yang tak sesuai dengan adikku atau kamu berselingkuh dengan wanita lain awas saja, aku akan mencarimu !” Tegas Pangeran Serunting kepada Adik Iparnya .

            “Baik Kanda , Aku akan selalu menjaga Sitti hingga akhir hayatku , Pangeran tenang saja” jawabnya.

            “Syukurlah kalau begitu , aku lega mendengarnya” Sahut Pangeran Serunting .

            Setelah pernikahan , Sitti hendak dibawa Arya Tebing ke daerah asalnya, yang jauh dari tempat tinggal Serunting .

“Dinda tidak tahu harus berbuat apa lagi , Kanda. Dinda tidak tega jika harus meninggalkan Arya Tebimg, Suami Sitti, kanda,” Kata Sitti kepada Pangeran Serunting .

“ Aku tidak bisa jika kau harus pergi jauh jauh dari ku adikku” , Kata Serunting. “Tapi aku sekarang bukan yang dulu Kanda, aku sekarang sudah mempunyai seorang Suami dan Dinda harus menemani suami hamba, kemanapun dan dimanapun ia Pergi,” Sahutnya .

“Kau benar juga,” Jawab nya dengan lembut..Serunting amat bersedih hati hendak tinggal jauh berpisah dari adiknya .

            “Kalau begitu, bagaimana Jika Arya Tebing kita ajak untuk tinggal bersama di istana? “ Kata pangeran Serunting berbicara kepada adiknya. Sitti pun menerima saran tersebut. Namun, ketika hal itu disampaikan kepada Aria Tebing, suaminya menolak . “Aku tidak ingin tinggal di istana itu, aku ingin kau dan aku hidup bebas di desa dari pada di istana yang banyak sekali aturannya” Kata Aria Tebing .

            Akhirnya, Serunting dan Sitti bermufakat untuk membagi dua kebun warisan dari orangtua mereka. Kebun yang menjadi bagian Sitti secara tidak langsung juga sudah menjadi Milik Aira Tebing.  Mereka pun sepakat, kemudian membuat dua bidang kebun, sebidang seorang . Supaya jangan terjadi sengketa , dibuatnya batas berupa sepotong kayu yang ditanamkan dalam-dalam .

            “Lebih baik di tengah-tengah kebun ini kita beri pembatasnya agar nanti kedepannya tidak terjadi kejadian kesalah pahaman diantara kita, “ Ujar Pangeran Serunting.

            “Saran yang bagus, “Kata Siti

            Esok harinya, Aria Tebing bersama Pangeran Serunting, berangkat ke kebun itu dengan membawa sebatang kayu pembatas . Setiba di sana , kayu pembatas itu mereka tanam dalam-dalam di tengah kebun yang sudah mereka bagi berdua supaya nantinya tidak ada perselisihan di antara mereka berdua .

Beberapa hari kemudian, Pada kayu batas itu tumbuh cendawan. Cendawan yang mengarah ke kebun Arya Tebing warnanya putih berseri, sedang cendawan yang mengarah ke Kebun Serunting berupa cendawan emas. Arya tebing sangat iri melihatnya. Berkali-kali serunting mengambil cendawan emas itu hingga ia menjadi kaya. Arya tebing yang iri pun membalikkan kayu itu dengan harapan cendawan emas tumbuh di pihak-nya.

Suatu hari , Serunting mendatangi Aria tebing yang sedang memetik jamur emas di ladangnya.”Hai,Aria Tebing ! Apa yang kau lakukan terhadap tanaman cendawanku ?” Tanya Pangeran Serunting .  “Apa maksud Kanda ? Aku tidak melakukan apa-apa terhadap cendawan kanda,” Jawan Aria Tebing sambil berbohong .

“Ah , kamu pasti membohongi saya ! Pasti kamu telah berbuat curang ya kepada tanaman cendawanku ini ?”Jawab Pangeran

Aria Tebing masih terus berbohong dengan perkataanya. Meskipun ia sudah menjelaskan kepada Pangeran Serunting tetapi Pangeran tidak mau menerimanya. Bahkan, ia menantang Aria Tebing untuk berkelahi .

            “Hai, Aria Tebing ! kamu tidak usah banyak alasan lagi. Jika kamu melawan, lawan aku ! Aku menantangmu, kamu kira aku takut kepadamu ? ,” Tantang Pangeran Serunting .

            Aria Tebing bingung untuk menjawab tantangan itu. Ia menyadari bahwa dirinya tidak akan mungkin mampu menang menghadappi Serunting. Tapi jika ia menolak tantangan itu, Pangeran Serunting pasti akan langsung membunuhnya  .

            “Baiklah, Kanda . Aku terima tantangan mu, tapi berilah aku waktu 1 hari untuk berlatih!” Pinta Aria Tebing .

            “Baikla, jika itu permintaanmu. Jika perlu, latihlah kemampuanmu yang paling hebat sebelum waktu itu tiba !” Seru Pangeran Serunting  dengan nada merendahkan.

            Melihat kelakukan Arya tebing, Serunting menjadi marah.. Maka terjadilah perkelahian sengit yang akhirnya dimenangkan oleh Pangeran Serunting .

            Sejak itu, Aria Tebing sulit memejamkan matanya. Ia tidak bisa tidur dengan lelap, banyak pikiran dikepalanya. Ia bingung mencari cara agar ia bisa mengalahkan Pangeran Serunting. Dan terpikir selintas dikepala nya tentang Istrinya Sitti yaitu adik dari Pangeran Serunting , ia berpikir jika istrinya pasti tahu tentang kelemahan kakak kandung nya itu .

            “Ahhhhaaaaa …. Aku tahu caranya sekarang hahahahaha, tunggu kau Serunting , Akan ku balas sakit hatiku ini kepadamu !” Gumam Aria Tebing .

            Aria Tebing segera menemui Istrinya Sitti. Ia kemudian meminta kepada istrinya agar mau memberitahukan kelemahan Pangeran Serunting kepadanya .

            “Adinda, cepat kau beri tahu Kanda mengenai kelemahan pangeran Serunting ! “ Bujuk Aria Tebing, “Kalau Tidak,ia pasti akan membunuhku apa kamu rela melihat suami mu mati dibunuh oleh kakak mu” Tambah nya .

            Sitti tidak menjawab. Hatinya sangat bingung. Ia tidak ingin suaminya mati, dan juga dia sangat tidak ingin mengkhianati saudara kandung nya sendiri yang merawat nya dari kecil .

            “Cepatlah bantu Kanda, Dinda . Tolonglah Kanda “ Aria Tebing sambil merengek memohon kepada istrinya. “Aku Cuma minta bisa meminta bantuanmu Dinda, aku menyerah tidak bisa meminta bantuan siapa lagi, sekalipun aku tahu kelemahan dari Pangeran Serunting Kanda tidak akan membunuhnya, apakah kamu rela suami mu mati dibunuh oleh kakakmu sendiri!” Tegas Aria Tebing .

            Sitti kembali terdiam . Menyadari bahwa serunting memiliki kesaktian yang lebih hebat dari dirinya, Arya tebing kemudian merayu istrinya agar mau memberitahukan rahasia kesaktian serunting. Sitti pun terbujuk. Ia kemudian memberitahukan kesaktian kakaknya, yang berasal dari tumbuhan ilalang yang bergetar meskipun tidak ditiup angin.

            “Rahasia kesaktian kakak ku ada pada rumput ilalang yang selalu bergetar walaupun tidak tertiup Angin,” Kata Sitti,” JIka kamu menombak rumpuk ilalang itu, kekuatannya langsung lenyap seketika” .

Setelah mengetahui rahasia itu. Arya Tebing segera menantang Serunting untuk berkelahi lagi.Pada hari yang telah ditentukan, Pangeran Serunting dan Aria Tebing pergi kesebuah ilalang. Setiba disana, pertatungan pun dimulai. Baru saja pertarungan itu dimulai, Aria tebing sudah mulai terdesak oleh serangan-serangan kakak Iparnya. Hal itu menunjukkan bahwa betapa tingginya kekuatan dari Pangeran Serunting .

Meskipun demikian, Aria Tebing tidak gentar karena sudah mengetahui kelemahan sang Pangeran. Pada saat yang tepat dengan sengaja Arya Tebing menancapkan tombaknya pada ilalang yang bergetar. Serunting pun terjatuh tersungkur ke tanah dan terluka parah .

Merasa dikhianati adiknya, Serunting sangat marah, lalu pergi mengembara meninggalkan kerajaannya .Serunting terus berjalan hingga suatu hari tiba di Gunung siguntang. Ia pun memutuskan untuk bertapa di gunung itu.  Setiba disana , tiba-tiba ia mendengar Hyang mahameru menjanjikan kekuatan gaib kepadanya asalkan ia mampu bertapa hingga seluruh tubuhnya tertutupi oleh daun pohon bambu .

“Hai anak muda. Maukah engkau  mendapatkan kekuatan gaib?” Tanya suara itu.

“Saya sangat mau, wahai Sang Hyang Mahameru,” Jawab Pangeran Serunting .

            “Baiklah, tapi ada syaratnya yaitu Engkau harus bertapa di bawah pohon bamboo hingga daun bamboo ini menutupi seluruh tubuhmu, “ Kata Sang Hyang Mahameru .

            Tanpa pikir panjang, Pangeran Serunting segera menyanggupi Persyarat itu. Setelah itu , ia langsung memulai tapanya dengan penuh konsentrasi. Segala bentuk kehidupan dunia telah lenyap dalam pikiran dan ingatannya. Rasa lapar dan dahaga pun tidak dirasakannya lagi. Semakin Lama ia semakin larut dalam tapanya sehingga tak terasa sudah dua tahun ia bertapa. Saat itu pula, seluruh tubuhnya telah tertutupi daun-daun bambu yang telah berguguran .

            Sesuai dengan janjiya, Sang Hyang Mahameru kembali mendatangi Pangeran Serunring .Setelah dua tahun bertapa, ia mendapatkan kekuatan gaib seperti yang dijanjikan oleh Hyang Mahameru.

            “Wahai, anak muda. Karena engkau telah berhasil melaksanakan syarat itu dengan baik, maka kini saatnya aku menurunkan ilmu kesaktianmu kepadamu.” Kata Sang Hyang Mahameru .

            “Apa pun yang engkau ucapkan akan berubah menjadi kutukan,” Jawab sang Hyang Mahameru .

            Kesaktian itu adalah bahwa perkataan apapun yang keluar dari mulutnya akan berubah menjadi kutukan . Karena itu ia diberi julukan Si Pahit Lidah .

            Dengan perasaan gembira dalam perjalanan pulang ke Sumidang, ia pun menguji kesaktiannya . Di tepian danau ranau, dijumpainya terhampar pohon-pohon tebu yang sudah menguning.

            “Ah aku ingin mencoba mengetest kemampuan ilmuku setelah sekian lama aku bertapa di gunung itu, apakah benar Hyang Mahameru memberikanku kesaktian”, sahut Pangeran Serunting .

            Si Pangeran  pun berkata, “jadilah batu”. Maka benarlah tanaman itu berubah menjadi batu.

            Berkat kesaktian lidahnya, hamparan pohon tebu itu berubah menjadi batu. Oleh karena itulah, Pangeran Serunting dijuluki Si Pahit Lidah karena kesaktian Lidahnya itu. Selanjutnya, Si Pahit lidah melihat sebuah bukit gersang dan tandus bernama Bukit serut. Lalu ia mengubah bukit gersang itu menjadi hutan belantara.

            Mengingat kesaktian yang dimilikinya Pangeran Serunting pun bepikir jika ia menggunakan kekuatan nya untuk niat jahat maka betapa banyak orang yang akan menderita akan kemampuan yang maha dasyhatnya . Dan dari sinilah Pangeran Serunting atau yang dikenal dengan Pahit lidah mulai berbuat kebaikan dengan semua benda atau semua orang yang ditemuinya disepanjang jalan.

Ketika tiba di suatu desa ia bertemu dengan pasangan tua yang sedang murung . “Wahai nenek, apakah yang membuatmu murung di pagi yang cerah ini ?” Tanya Pahit Lidah .”Aku sangat sedih karena di hari hariku ini aku hidup dengan suami ku ini tanpa dihiasi suara-suara dari Anak-anak karena sampai sekarang aku belum punya anak,” Jawabnya dengan nada sedih.

Melihat penjelasan dari nenek tersebut, Hati Si Pahit Lidah pun tersentuh dan ia sangat ingin sekali memenuhi keinginan sepasang suami istri yang sudah tua untuk memiliki anak. Dengan Kesaktian lidahnya, ia mengubah sehelai rambut milih si nenek menjadi seorang bayi laki-laki .

            Di sisa perjalanannya menuju Desa asalnya itu, Si Pahit Lidah terus belajar berbuat baik kepada sesama makhluk hidup ataupun benda-benda yang ditemuinya dijalanan . Setiba di kampung halamannya, Ia beretemu kembali dengan Arya Tebing dan Sitti . Si Pahit lidah pun masih memiliki dendam dengan Arya Tebing dan Sitti karena telah mengkhianatinya . Tetapi setelah belajar dari pengalaman yang ditemui selama diperjalanan ia tidak mau menyusahkan adiknya tersebut. Si Pahit Lidah mencoba berlapang Dada dan memaafkan kejadian yang telah lalu .

            “Kakak dari manakah engkau selaama ini kakak, aku mencarimu kemana-mana”?, sambil menangis ia memeluk pangeran Serunting . “Aku dari perjalanan yang sangat jauh dinda”, Jawabnya . Rasa dendamnya kepada Aria Tebing pun sudah hilang seiring dengan perbuatan baiknya di sepanjang jalan. Ia pun meminta maaf kepada adiknya dan juga kepada Aria Tebing .

            Kisah Si Pahit lidah pun berubah menjadi seorang pribadi yang baik hati, pemurah, suka menolong, dan ramah kepada siapapun . Dia menjaga semua tutur kata yang diucapkannya, karena ia sendiri tidak ingin melihat orang lain menderita karena mendengar kata yang diucapkan nya. Hal ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua, Kata-kata yang kita ucapkan oleh lisan kita tidak semuanya menyenangkan orang lain. Maka dari itu jaga lah lisan dan Periharalah Imam agar kita semua dapat menjadi pribadi yang baik dan berguna bagi nusa maupun bangsa.

Ns. M. Agung Akbar

Ners Generalis lulusan Fakultas Keperawatan Universitas Andalas. Penulis aktif dalam beberapa penulisan artikel kesehatan di media cetak maupun online, penelitian ilmiah, dan buku. Saat ini penulis melanjutkan studinya di Magister Keperawatan Universitas Padjadjaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *