Inspirasi Kecerdasan dan Kecintaan ala B.J Habibie

Oleh :M. Agung Akbar, S.Kep., Ners.
Magister Keperawatan Universitas Padjadjaran

Prof. Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie, FREng adalah Presiden RI ketiga yang dikenal dekat dengan sapaan Eyang Habibie akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada hari rabu 11 september 2019 di RSPAD Gatot Soebroto. Beliau telah menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 83 tahun setelah dirawat intensif di rumah sakit sejak tanggal 1 september 2019 akibat penyakit yang dideritanya.


Bapak teknologi Indonesia ini merupakan salah satu putra terbaik yang dimiliki oleh Indonesia. BJ Habibie dikenal dengan keahliannya dalam bidang dirgantara yang ditekuninya saat studi di RWTH Aachen University, Jerman Barat. Potret masa muda Habibie adalah sosok yang tekun, cerdas, dan religius tak heran bila dirinya diakui oleh dunia International sebagai orang yang berpengaruh dalam bidang dirgantara sehingga telah banyak penghargaan Nasional maupun International yang telah beliau peroleh atas temuan-temuannya.


Habibie merupakan seorang tokoh bangsa yang akan dikenang sebagai inspirasi, orang tua, guru, dan negawaran bagi kita semua. Indonesia patut berbangga karena memilih Habibie yang memiliki kontribusi yang besar bagi negara sehingga Habibie dijadikan sosok yang dapat dijadikan rujukan saat ini bagi kaum muda milenial yang sangat memotivasi masyarakat Indonesia untuk mencapai kesuksesan dalam meraih mimpi dan cinta-citanya. 


Keinginan, kemauan dan tekad yang besar yang dimilki B.J Habibie dalam memahami ilmu pengetahuan dan teknologi menghantarkannya memiliki puluhan paten di bidang aeronautika (penerbangan). Dunia International memberikan julukan “Mr. Crack”kepada B.J Habibie atas temuan besarnya dalam pengaruh dunia penerbangan. Beliau pernah disebutkan memilik IQ200 diatas Isaac Newton IQ190 dan Albert Einstein IQ160 oleh sebuas situs opishposh.com. Tak diragukan lagi bila kecerdasan Mantan Presiden Ke-3 ini dapat memberikan sumbangsih yang besar bagi kehidupan manusia.


Pesawat Gatotkaca merupakan salah satu rancangan B.J yang menjadi kebanggaan Indonesia. Pesawat dengan nomor seri N250 ini dibuat oleh IPTN yang saat ini dikenal dengan PT Dirgantara Indonesia yang pada huruf N nya berarti Nurtanio yang berarti Nusantara, sedangkan 250 artinya pesawat bermesin ganda. Inilah pesawat komersil pertama yang didesain dan dibuat seluruhnya oleh anak bangsa. Tidak semua negara pada tahun 1995 yang mampu membuat pesawat sendiri. Oleh karenyanya, prestasi ini adalah pemicu dari kebangkitan teknologi yang mengharumkan bangsa Indonesia di mata dunia.


B.J Habibie mengajarkan kepada kita untuk menjadi pribadi yang pekerja keras dan tak pernah putus asa. Tokoh visioner yang terus berusaha untuk menyampaikan pemikiran-pemikiran yang dinamis hingga mencapai apa yang ia cita-citakan. Keinginan besarnya dalam meningkatkan kualitas pemuda Indonesia di wujudkannya dalam wadah “Habibie Center” yaitu sebuah lembaga yang memberikan beasiswa bagi anak-anak muda yang mempunyai visi besar seperti dirinya.


Eyang habibie juga dikenal dengan sosok yang religius, taat, dan rajin dalam beribadah. Cerita beliau saat kecil yang sering melantunkan ayat suci Al-Qur’an menggambarkan kecintaanya kepada Sang Pencipta. Gagasan nya dalam memadukan Imtaq (Iman & Taqwa) dan Iptek (Ilmu Pengetahuan & Teknologi) dapat membangun peradaban dunia yang lebih maju dan beradab. Hal inilah yang melambangkan kecintaan dan kebanggannya dengan Agama Islam.


Di balik sosok Habibie yang begitu tangguh untuk tampil di depan, ada seorang sosok perempuan yang selalu mendukungnya. Hasri Ainun Besari atau yang dikenal dengan Ainun merupakan istri yang dipersuntingnya pada 12 mei 1962. Kisah cinta Habibie dan Ainun menjadi kisah romansa bersejarah yang menginspirasi semua orang karena ketulusan dan kesetian perjalanan cinta keduanya. Selepas Ainun meninggal, kisah Habibie tak pernah berhenti datang ke pusara istrinya untuk berziarah dan membacakan do’a untuk kekasih hatinya yang telah berada di keabadian yang kini akan ditemuinya kembali.


“Tak perlu seseorang yang sempurna, cukup temukan orang yang selalu membuatmu bahagia dan membuatmu berarti lebih dari siapapun”. Sepenggal kata-kata Habibie untuk melukiskan betapa dirinya mencintai dan menghargai ketulusan Ainun yang telah menemaninya selama hidup. Inspirasi cinta keduanya kemudian diabadikan dalam film Habibie Ainun yang dibintangi oleh Reza Rahardian dan Bunga Cinta Lestari yang membuat seluruh orang terkagum-kagum melihat bagaimana sikap Habibie dalam menyikapi Ainun.


Rasa nasionalisme yang tinggi yang dimiliki Habibie harus dipelajari bagi seluruh banga Indonesia. “Kalau suatu saat Tanah Air ku memanggil, maka paspor (jerman) akan saya robek dan akan pulang ke Indonesia”, kata Habibie seperti yang dikutip dalam buku Habibie dan Ainun. Kecintaan nya yang tinggi terhadap ilmu pengetahuannya tidak membuatnya buta akan kampung halaman. Habibie memilih pulang ke Indonesia untuk mengabdikan dan menyumbangkan dirinya bagi bangsa hingga pada tahun 1998 dirinya menjadi Presiden Republik Indonesia ke-3.


Kini Sang Bapak Bangsa sudah tiada, Selamat Jalan Eyang Habibie kini engkau telah terbang bagaikan pesawat menuju keabadian. Terima kasih atas kontribusimu bagi bangsa ini, jasamu akan selalu kami kenang dan diwariskan sebagai semangat yang tak pernah padam dalam menjalani kehidupan yang bertumpu pada paduan gagasan Imtaq dan Iptek.

Ns. M. Agung Akbar

Ners Generalis lulusan Fakultas Keperawatan Universitas Andalas. Penulis aktif dalam beberapa penulisan artikel kesehatan di media cetak maupun online, penelitian ilmiah, dan buku. Saat ini penulis melanjutkan studinya di Magister Keperawatan Universitas Padjadjaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *